Sabtu, 02 Januari 2010
Pertemuan 16 Program Pendidikan Layanan anak cerdas isimewa berbakat istimewa
Program Pendidikan Layanan anak cerdas isimewa berbakat istimewa
Mengenali ciri-ciri anak gifted, diantaranya adalah sebagai berikut; Anak telah mampu membaca sebelum masuk sekolah dan pada umumnya anak-anak gifted lebih pintar dari anak-anak pada umumnya. Perkembangan bahasanya lebih cepat dan baik. Perbendaharaan katanya lebih banyak, suka mencari tahu jawaban dari "bagaimana" dan "mengapa" tentang sesuatu hal, mampu bekerja mandiri sejak kecil dan melakukan pemusatan perhatian dalam jangka panjang, mempunyai minat yang luas, bervariasi dan mendalam,mempunyai energi yang tinggiberhubungan dan berespon baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa. Suka berteman dengan anak yang berusia di atasnya, suka mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas dengan baik dan efisien.
Keberbakatan anak gifted bersifat heterogen, artinya, sama seperti anak normal lainnya, bakat setiap anak gifted tentusaja berbeda satu sama lain. Maka upaya pengenalan dan penangannya juga berbeda. Mengalami perkembangan berbeda (uneven development). Mereka cenderung sangat pesat dalam satu aspek tapi pada saat bersamaan ada aspek lain yang terlambat.
Layanan Pendidikan untuk anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa diantaranya adalah program akselarasi. Program akselarasi adalah Program Pendidikan percepatan belajar yang diberikan kepada anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa. Tujuan dari program akselarasi ini adalah Memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk menyelesaikan program studi lebih cepat, Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektif, Memenuhi Hak Azasi manusia peserta didik yag sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri, Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik, Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik, Menimbang peran serta peserta didik sebagai aset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian peran, dan menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.
Masalah yang sering terjadi di masyarakat adalah kesalah pahaman tentang persepsi masyarakat tentang pengertian program akselarasi tersebut.
Masyarakat terkadang suka menaruh curiga terhadap program akselerasi seolah menjadi ajang mengeruk dana dari orang tua yang memiliki kelebihan dana pendidikan. Progam akselerasi diperlakukan istimewa oleh sekolah khususnya dalam hal fasilitas dan sarana belajar sehingga menimbulkan kecemburuan dari siswa atau guru lainnya, ini dikarenakan siswa akselerasi dipungut biaya pendidikan lebih dari reguler maka sekolah menganggap bahwa penambahan fasilitas untuk kelas akselerasi menjadi sesuatu yang wajar.
Faktor penyebabnya adalah Sekolah berusaha untuk terus memaksakan supaya program ini selalu ada di setiap tahun ajaran dengan jumlah siswa semaksimal mungkin, menawarkan pilihan kepada siswa atau orang tua untuk mengikuti program akselerasi atau tidak. Padahal program akselerasi bukanlah program pilihan karena program ini harus memenuhi standar yang telah baku dan bersifat menetap, yaitu IQ. Dengan menawarkan pilihan, maka dimungkinkan siswa yang tidak memenuhi standar IQ dapat mengikuti program ini selama memenuhi syarat “administrasi” kepada sekolah, memberikan layanan pembelajaran yang tidak berbeda dengan layanan reguler.
Keseriusan sekolah dalam mengelola akselerasi. Apabila sekolah memandang akselerasi hanya untuk meningkatkan gengsi atau ajang promosi untuk menarik siswa saja, maka setelah PSB (penerimaan Siswa Baru) selesai dan tahun pelajaran dimulai maka sekolah menganggap perhatian terhadap program ini pun selesai dan diperlakukan sama dengan program lainnya.
Program akselarasi di sekolah ini menimbulkan komentar positif dan negatif dari berbagai pandangan setiap orang. Pandangan negatif nya adalah Akselerasi terkesan eksklusif karena anak cerdas istimewa di kelompokkan dalam kelas khusus, proses pembelajaran yang cenderung bersifat homogen dari aspek kemampuannya akan membuat anak sulit bersosialisasi dengan teman sebaya mereka dan akan mengganggu proses perkembangan emosional dan psikologis, Tidak ada “Transfer of Knowledge” dari anak cerdas istimewa kepada teman lainnya sebagai salah satu media dan bentuk sosialisasi di sekolah, dan bisa menimbulkan rasa rendah diri, inferior atau “teralienasi” teman-teman lainnya yang tidak termasuk kategori cerdas istimewa.
Sedangkan pandangan positif dari program akselarasi ini adalah akselerasi telah menjadi program nyata bagi pelayanan anak cerdas istimewa yang selama ini terabaikan, guru sebagai ujung tombak proses pendidikan di sekolah akan lebih fokus dan memiliki peluang untuk secara mandiri dan kreatif mengembangkan metode yang fleksibel disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak pada saat pembelajaran, penanganan siswa cerdas istimewa tidak dapat dilakukan oleh guru yang belum memahami karakteristik, masalah dan metode pembelajaran siswa cerdas istimewa.
Solusi yang dapat menangani permasalahan program akselarasi ini adalah Membenahi pandangan atau paradigma dari sekolah dan masyarakat dalam memandang program akselerasi, sekolah terus membenahi diri dalam meningkatkan sumber daya tenaga pendidik, minimal dalam pemahaman tentang karakteristik anak cerdas istimewa, tidak memperlakukan akselerasi secara berlebihan, kecuali dalam hal metode dan pendalaman materi, perlu adanya pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Guru yang berkesinambungan bagi peningkatan kualitas pendidikan khususnya dalam mendampingi siswa akselerasi, Perlunya kerjasama antara semua pihak untuk membenahi kekurangan dalam penyelenggaraan akselerasi, pemerintah melakukan berbagai penelitian dan uji coba untuk program dan metode alternatif lainnya secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih berbagai bentuk layanan bagi siswa cerdas istimewa.
Pertemuan 15 Kepemimpinan Siswa
Kepemimpinan Siswa
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa / LDKS adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru, baik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas (untuk LDK tingkat sekolah menengah). Pelatihan dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah yang bersangkutan.
LDKS biasanya diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. Pemberian materi dari kedua jenis LDK ini biasanya diberikan di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk LDK Mental, yang menjadi pemberi materi bukanlah lagi para Pengurus OSIS lama melainkan Dewan Guru, Pembina OSIS, Kepala Sekolah serta Guru Psikologi dan Konseling dari sekolah yang bersangkutan, atau bisa juga dengan cara menyewa dari suatu Lembaga Psikologi Independen. LDK Fisik biasanya diberikan di sekolah dalam waktu 3-5 Hari penuh, sedangkan LDK Mental biasanya diberikan di luar kota dalam waktu 2-4 hari.
LDK Fisik
Untuk LDK Fisik pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk PBB / Pelatihan Baris Berbaris. PBB ini meliputi beberapa hal seperti :
Baris Berbaris dasar :
* Hadap Kanan,
* Hadap Kiri,
* Balik Kanan,
* Hadap Serong Kanan,
* Hadap Serong Kiri,
* Jalan Ditempat,
* Langkah Tegap Maju, dan
* Meluruskan Barisan.
•Baris Berbaris Tingkat Menengah :
* Perpaduan antara Langkah Tegap Maju dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan,
* Perpaduan antara Jalan Ditempat dengan Balik Kanan serta keempat jenis hadap-hadapan, dan
* Buka - Tutup Barisan.
•Baris Berbaris Tingkat Tinggi :
* Langkah Tegap Maju beregu,
* Haluan Kanan beregu,
* Haluan Kiri beregu,
* Belok Kanan beregu, dan
* Perpaduan antara Langkah Tegap Maju, Balik Kanan, keempat jenis hadap-hadapan, dan Jalan Ditempat.
•Ujian Akhir : Perpaduan Keseluruhan Materi PBB.
Dalam LDK Fisik ini peserta dituntut untuk memiliki kedisiplinan yang tinggi, terlebih selama mengikuti 3-5 hari LDK. Beberapa peraturan yang pada umumnya diterapkan dalam LDK ialah :
•Selama pelaksanaan LDK, peserta harus hadir di tempat LDK tepat waktu,
•Kebersamaan ialah hal yang amat diperhatikan selama pelaksanaan LDK. Jika ada 1 peserta saja yang tidak membawa air minum, saputangan, topi, ataupun atribut-atribut lainnya yang telah ditetapkan, maka seluruh pesertalah yang akan menanggung hukumannya,
•Setiap peserta wajib mematuhi seluruh peraturan dan perintah yang diberikan oleh tim pemberi LDK. Jika tidak, maka kepadanya akan diberikan hukuman, dan
•Kebersamaan juga diterapkan apabila ada salah satu peserta LDK yang melakukan kesalahan
Hukuman dalam LDK Fisik biasanya berupa push-up untuk pria atau scott jump untuk wanita. Jumlahnya tergantung perintah dari pemberi LDK.
LDK Mental
Untuk LDK Mental pada umumnya, materi yang diberikan secara garis besar ialah dalam bentuk Penyuluhan Mental Kepemimpinan. Kegiatan yang biasa dilakukan dalam LDK Mental adalah :
Outbond / Kegiatan Alam, seperti :
•Hiking
•Menyebrangi sungai
•Mendaki bukit
•Menyusuri terasering / pematang sawah
Permainan-permainan yang memiliki nilai kepemimpinan, seperti :
•Memasukkan paku dalam botol dengan mata tertutup. Salah seorang yang lain memberikan aba-aba agar paku tersebut masuk. Dibutuhkan kemampuan untuk menganalisa segala macam kemungkinan dan kemampuan untuk memerintah secara hati-hati dan terpertimbangkan agar bisa mencapai goal dari permainan ini yaitu memasukkan paku dalam botol
•Bisik berantai. Dibutuhkan kemampuan sebagai pendengar sekaligus penyampai pesan yang baik agar dapat menyampaikan pesan yang benar dari awal hingga akhir.
Pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sessi, seperti :
•Sessi Kepemimpinan : Penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.
•Sessi Komunikasi : Penyuluhan mengenai cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai layaknya seorang pemimpin.
•Sessi Problem Solving / Challange : Penyuluhan mengenai cara-cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif dan benar.
•Sessi Dinamika Kelompok : Berupa permainan.
Para Pengurus OSIS SMP yang telah dilantik (ditandai dengan membawa bendera)
Setelah seluruh calon Pengurus OSIS baru mengikuti kedua LDK ini, sesegera mungkin atau paling lambat 2 minggu setelahnya mereka akan dilantik menjadi Pengurus OSIS resmi. Pelantikan ini dilakukan oleh Pengurus OSIS lama dan disahkan oleh Kepala Sekolah. Pelantikan dan Pengesahan ini disaksikan oleh seluruh Dewan Guru dan Siswa/i sekolah yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam sebuah upacara besar yaitu Upacara Pelantikan Pengurus OSIS baru Periode Kerja xxxx / xxxx.
Pertemuan 14 Organisasi Siswa dan Mahasiswa
Organisasi siswa dan mahasiswa
Pengertian organisasi adalah Sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasi usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dikatakan sebagai suatu sistem, karena organisasi terdiri dari beberapa sistem yang saling berhubungan. Jika ada satu sistem yang terganggu, maka sistem lainnya juga akan terganggu. Sebagai contohnya, adalah organisasi sekolah, komponennya terdiri dari siswa, guru, dan fasilitas sekolah. Jika guru tidak masuk sekolah, dikarenakan sakit atau ada hal lain yang menyebabkan guru itu tidak dapat hadir di sekolah, maka siswa akan terganggu, dan itu akan menghambat proses pembelajaran, ketika guru tidak masuk, dan fasilitas sekolah yang seharusnya dapat digunakan pada hari itu menjadi tidak dapat digunakan. Suatu organisasi juga harus dapat terkoordinasi dengan baik. Sebagai contohnya lagi kepala sekolah harus mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dan tugas guru ketika sedang melaksanakan proses mengajar di kelas, sehingga guru dapat melakukan proses pembelajaran dengan lancar. Pengertian siswa adalah peserta didik yang ada di sekolah untuk ditransfer ilmu oleh para pembina (guru).
Pada pembahasan ini saya mempresentasikan tentang hubungan prestasi siswa dengan keaktifan siswa yang mengikuti organisasi. Saya mengambil artikel tentang dampak keaktifan siswa berorganisasi terhadap prestasi siswa. Artikel tersebut adalah artikel penelitian seseorang yang mengadakan penelitian tentang dampak keaktifan siswa terhadap prestasi belajar di SMK negeri 1 Malang.
Di SMK negeri 1 malang ini prestasi siswa yang aktif di organisasi siswa memnunjukkan hal yang positif. Budaya organisasi mereka yang terus dijaga sehingga tetap berjalan dengan baik. Siswa-siswa SMK negeri 1 Malang tetap menghargai pembelajaran ketika mereka sedang berada di kelas, dan mereka tetap berkonsentrasi ketika mereka sedang belajar di kelas, sehingga prestasi belajar mereka juga tetap baik.
Tetapi walaupun prestasi belajar mereka tetap baik, kepala sekolah ataupun guru jadi kurang memberikan motivasi kepada mereka, sehingga mereka merasa tidak diperhatikan. Seharusnya kepala sekolah dan guru tetap memberikan motivasi, sehingga para siswa-siswa akan terus memberikan prestasi terbaik mereka untuk sekolah tersebut.
Wawasan Wiyatamandala
Wawasan wiyatamandala adalah suatu pandangan atau sikap menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan. Suatu wawasan proses pembudayaan tata kehidupan keluarga besar, dimana para anggotanya merasa ikut memiliki, melindungi dan menjaga citra dan proses wibawa tersebut. Suatu lingkungan dimana terjadi proses koordinasi, proses komunikasi, tempat saling bekerja sama dan bantu membantu. Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala
Makna yang terkandung dalam proses pendidikan Wiyata Mandala adalah :
1.Sekolah hendaknya betul-betul menjadi tempat terselenggaranya proses belajar mengajar tempat dimana ditanamkan dan dikembangkan berbagai nilai-nilai ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan Nasional yaitu manusia yang cerdas, siap kerja, menguasai ilmu dan tehnologi tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
2.Sekolah sebagai masyarakat belajar, dimana terjadi proses interaksi antara siswa, guru dan lingkungan sekolah, maka dalam kehidupan sekolah berperan unsur dan macam macam satuan, seperti; kepala sekolah, guru, orang tua siswa, para siswa, pegawai dan hubungan timbal balik antara sekolah dengan masyarakat dimana sekolah itu berada.
3.Sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar, tempat terjadinya proses pembudayaan kehidupan hanya dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya apabila di lingkungan sekolah tersebut dapat diciptakan suasana aman, nyaman, tertib dari segala ancaman.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor :13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
•Sekolah merupakan Wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
•Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
1.meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
2.meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
3.mempertinggi budi pekerti,
4.memperkuat kepribadian,
5.mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
•Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
•Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
•Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.
pertemuan 13 pengembangan kesiswaan dan ekstrakurikuler
Pengembangan kesiswaan dan ekstrakulikuler
Kegiatan pembinaan siswa dibagi 2 yaitu Ekstra Kurikuler dan kokurikuler ekstra kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Kokirikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah dijatahkan dalam struktur program, berupa penugasan-penugasan atau pekerjaan rumah yang menjadi pasangan kegiatan intrakurikuler.
Menurut Permen No. 39 pada Bab 1 pasal 1 dinyatakan bahwa : Tujuan pembinaan kesiswaan adalah untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas, memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan, sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan, mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat, menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati masyarakat madani (civil society).
Pengembangan ekstrakurikuler memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai berikut; fungsi Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka. Fungsi sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Fungsi rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. Sebagai Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip kegiatan ekstra kurikuler diantaranya adalah sebagai berikut; prinsip Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing. Prinsip pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. Prinsip keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. Prinsip menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. Prinsip etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. Prinsip kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Sedangkan jenis-jenis kegiatan ekstrakurikuler yaitu sebagai berikut;
a. Krida, meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA).
b. Karya Ilmiah, meliputi Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian.
c. Latihan/lomba keberbakatan/prestasi, meliputi pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, cinta alam, jurnaistik, teater, keagamaan.
d. Seminar, lokakarya, dan pameran/bazar, dengan substansi antara lain karir, pendidikan, kesehatan, perlindungan HAM, keagamaan, seni
Format kegiatan ekstrakulikuler yaitu
a. Individual, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik secara perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik dalam satu kelas.
d. Gabungan, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti peserta didik antarkelas/antarsekolah/madraasah.
e. Lapangan, yaitu format kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau kegiatan lapangan.
pertemuan 12 Kecerdasan Emosional
Kecerdasan Emosional
Emosi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang negatif, sehingga muncul ungkapan tentang orang-orang yang emosional. Orang-orang yang emosional selalu dikaitkan dengan anggapan negatif, jika terlihat ada orang yang suka marah atau situasi perasaan cepat sekali berubah. Dalam pandangan atau pola pikir yang konvensional emosi seringkali dianggap sebagai penghambat dalam kehidupan sehari-hari.
Emosi menggambarkan perilaku, respon psikologis, mengatur perasaan yang timbul karena adanya keinginan atau stimulus yang tidak terduga. Emosi muncul sebagai tanggapan individu atas suatu kejadian atau aspek dari kejadian dalam lingkungan. Emosi juga seringkali memotivasi tindakan-tindakan yang akan kita lakukan.
Kecerdasan emosional lebih berpengaruh terhadap keberhasilan dan kesuksesan hidup seseorang. Kecerdasan intelektual yang diukur dengan IQ menyumbangkan kira-kira 20% bagi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kesuksesan hidup seseorang, sedangkan 80% lainnya disumbangkan oleh kecerdasan lain seperti kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional dapat dirubah, sedangkan IQ tidak bisa banyak diubah. Kecerdasan emosional adalah kemampuan atau keterampilan dalam mengendalikan diri, memiliki semangat dan ketekunan yang tinggi.
Dimensi kecerdasan emosional adalah sebagai berikut kecakapan pribadi terkait dengan kemampuan mengelola diri sendiri yang mencakup kesadaran diri, sedangkan kecakapan sosial terkait dengan kemampuan dalam melakukan hubungan dengan orang lain (empati). Kesadaran diri adalah mengetahui kondisi diri sendiri, kesukaan, sumber daya, dan intuisi. Kesadaran emosi terkait dengan mengenali emosi diri sendiri dan efeknya. Penilaian diri secara teliti adalah mengetahui kekuatan yang dimiliki diri sendiri dan mengetahui keterbatasan diri sendiri. Percaya diri adalah keyakinan tentang harga diri dan kemampuan yang dimiliki di dalam diri sendiri.
Pengaturan diri adalah mengelola kondisi, kata hati, dan sumberdaya diri. Pengaturan diri terkait dengan pengendalian diri, sifat dapat dipercaya, kewaspadaan, adaptabilitas, dan inovasi. Pengendalian diri terkait dengan mengendalikan diri di keadaan dan situasi apapun. Motivasi diri adalah kecenderungan emosi mengantar atau memudahkan peraihan sasaran. Dengan kita memiliki motivasi diri, kita akan terus bersemangat melakukan hal-hal yang terbaik yang kita miliki dalam diri kita. Dengan motivasi diri kita dapat mengatasi keragaman untuk menumbuhkan peluang melalui pergaulan dengan bermacam-macam orang. Dengan motivasi diri yang kita punya, kita juga dapat mengembangkan orang lain, mengembangkan potensi yang dimiliki seseorang dan mengembangkan potensinya itu. Dengan motivasi diri yang kita miliki juga kita dapat memahami orang, dan lebih berempati kepada orang yaitu kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan, dan kepentingan orang lain.
Keterampilan sosial adalah kepandaian dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki pada orang lain. keterampilan sosial terkait dengan pengaruh, komunikasi, membangkitkan inspirasi dan memandu kelompok dan orang lain, katalisator perubahan memulai dan mengelola perubahan, manajemen konflik yaitu negosiasi dan mengelola perubahan, pengikat jaringan, kolaborasi dan kooperasi, dan kemampuan tim.
pertemuan 11Konsep Dasar Kreatifitas
Konsep Dasar Kreatifitas
Konsep dasar kreatifitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang tidak dapat diciptakan atau dibuat orang lain pada umumnyaatau berkreasi. Konsep dasar kreatifitas juga dapat diartikan sebagai proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, baik gagasan maupun objek dalam suatu bentuk atau susunan baru (hurlock). Keterampilan untuk menemukan sesuatu yang baru, memandang subjek dari perspektif yang baru, dan membentuk kombinasi yang baru dari dua atau lebih konsep (evan).
Pola dasar berprikir kreatif adalah imajinasi, kita harus memiliki daya imajinasi yang tinggi sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang dapat dikaryakan. Jika kita ingin berpikir kreatif, kita juga harus memiliki data-data. Setiap selesai melakukan sesuatu kita harus mengevaluasi sehingga nantinya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan atau kekurangan yang sudah kita buat. Aksi.
Ciri-ciri individu kreatif adalah sebagai berikut bebas dalam berpikir, tidak terbatas apa yang kita pikirkan, dan tidak terpaku pada satu hal saja. penuh daya imajinasi dalam berpikir, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru yang tidak dapat dihasilkan oleh orang pada umumnya. Ciri individu yang kreatif adalah selalu ingin tahu hal-hal baru dan selalu menambah ilmu pengetahuannya untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baru. Individu yang kreatif adalah individu yang menyukai pengalaman baru yang sebelumnya belum mereka coba. Individu yang kreatif penuh dengan inisiatif. Individu kreatif juga bebas dalam berpendapat dan tidak takut untuk berpendapat. Individu yang kreatif juga mempunyai minat yang luas dan tidak terbatas karena didukung oleh sifat keingintahuannya yang besar dan rasa penasarannya yang yang kuat maka individu yang kreatif memiliki minat yang luas dan tidak terbatas. Percaya diri yang tinggi. Tidak mudah menerima sesuatu dan terus memperbaiki sesuatu yang dirasa belum maksimal. Berani mengambil resiko apapun terhadap sesuatu yang diambil dan diputuskan. Ulet, dan tidak mudah bosan terhadap sesuatu hal yang sedang dikerjakan.
Penyebab rendahnya kreatifitas adalah karena terlalu menekankan pada cara berpikir konvergen (menganggap hanya ada satu jawaban saja). kurangnya wawasan sehingga menyebabkan cara berpikir lentur. Yang melemahkan daya kreatifitas adalah takut mengubah kebiasaan yang sudah dilakukan pada umumnya. Takut berbuat salah dan ditertawakan sehingga sebelum memulai, sudah pesimis terlebih dahulu, dan tidak memiliki rasa humor yang tinggi. Kreatifitas dipengaruhi oleh lingkungan, keyakinan dan intelektual. Jika kita merasa diri tidak kreatif, bisa mengakibatkan seseorang benar-benar tidak kreatif. Padahal setiap orang bisa kreatif asalkan tahu kuncinya. Kreatifitas yang kita hasilkan harus mengenai kecerdasan yang kita punya (multiple intelligences) seperti; fisik, linguistik, matematis/logis, visual/spatial, musikal, naturalis, interpersonal (penceramah, pengajar), intrapersonal (komunikasi dengan diri sendiri).
Cara untuk meningkatkan kreativitas adalah seperti mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pikiran kita, jadilah penjelajah pikiran, terbuka dengan gagasan terus menerus, kembangkan gagasan sebanyak-banyaknya, kembangkan cara baru untuk melakukan sesuatu dari kawasan atau tempat kenyamanan, gunakan imajinasi kita, dan isilah sumber inspirasi.
Ada sepuluh cara untuk menjadi kreatif, yaitu yakinlah anda bisa kreatif, yakinkan diri kita bahwa kita bisa kreatif dan bisa menghasilkan sesuatu dari pikiran kita yang kreatif. Ekspresikan kreatifitas dalam pekerjaan dan kehidupan. Munculkan jiwa kekanak-kanakan kita. Hilangkan pikiran logis, berpikir lentur dan santai. Lakukan sesuatu yang tidak biasa kita lakukan, lakukan hal-hal baru yang menantang. Isi ulang pikiran kita. Sering-seringlah dan rajinlah membaca buku dan lihatlah dunia luar. Milikilah kegiatan rutin jika pikiran sedang buntu. Tuliskan semua ide yang muncul, dan percayalah bahwa kita bisa melakukannya. Jadilah individu yang kreatif, analisis, kritis, cepat dalam mengambil keputusan, dan bisa memecahkan masalah. Jadilah individu yang selalu ingin tahu, individu yang belajar terus tanpa adanya rasa bosan, bersikap positif, disiplin, dan berpikir rasional.
pertemuan 10 Pembinaan Disiplin Siswa
Pembinaan Disiplin Siswa
Disiplin siswa adalah kepatuhan dan ketaatan terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Pendisiplinan sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk dapat berprilaku sesuai dengan norma, peraturan, dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Aturan sekolah adalah aturan terhadap standar berpakaian, ketepatan waktu, prilaku sosial dan etika belajar atau kerja (belajar harus dilakukan dengan jujur).
Tujuan disiplin sekolah adalah untuk mendorong dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baik serta lingkungannya. Disiplin preventif adalah upaya menggerakkan siswa mengikuti dan mematuhi peraturan yang berprilaku.
Penyebab prilaku tidak disiplin biasanya dari guru yang tidak bersikap disiplin kepada siswa-siswanya atau bahkan terkadang para guru bersikap santai terhadap aturan yang sebenarnya sudah ditetapkan dan dibuat oleh sekolah. Kondisi sekolah yang kurang menyenangkan dan kurang teratur membuat para siswa tidak disiplin. Kurikulum yang dimiliki sekolah terlalu kaku, tidak atau kurang fleksibel, dan terlalu dipaksakan yang sebenarnya tidak cocok dengan siswa di sekolah tersebut.
Upaya guru untuk menumbuhkan perilaku disiplin adalah seperti membantu para siswa mengembangkan pola prilaku untuk dirinya, para guru membantu setiap siswa untuk mengembangkan pola prilaku yang dimiliki masing-masing siswa. Membantu siswa untuk lebih meningkatkan standar prilakunya, dan mengubah prilaku yang jelek menjadi prilaku yang baik sehingga para siswa memiliki prilaku disiplin dan tidak malas-malasan. Melaksanakan pelaksanaan aturan sebagai alat disiplin; baik aturan-aturan khusus dan umum.
Pentingnya disiplin dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah untuk rasa hormat terhadap otoritas/kewenangan, menghormati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan dibuat oleh sekolah. Upaya untuk menanamkan kerja sama antara murid, guru, dan keberhasilan pembelajaran di sekolah atau pun di kelas. Kebutuhan untuk berorganisasi. Rasa hormat terhadap orang lain. Keinginan untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan. Memperkenalkan contoh perilaku tidak disiplin.
Strategi-strategi umum untuk merancang disiplin menurut Reismon dan Payne adalah sebagai berikut; menumbuhkan konsep diri siswa sehingga siswa dapat berprilaku disiplin, keterampilan berkomunikasi, konsekuensi-konsekuensi logis dan alami, klarifikasi nilai, analisis transaksional, terapi realitas, disiplin yang terintegrasi, modifikasi perilaku, tantangan bagi disiplin.
Peraturan-peraturan sekolah seperti peraturan otoritarian yaitu peraturan dibuat sangat ketat dan sangat rinci, peraturan dibuat seketat mungkin agar disiplin siswa dapat diwujudkan dan tidak ada lagi siswa yang tidak mematuhi peraturan yang sudah dibuat tersebut, peraturan yang bersifat otoriter tidak akan bisa jika tidak dipatuhi oleh para siswa karena peraturan yang otoriter biasanya bersifat memaksa, dan jika tidak dipatuhi akan ada sanksi-sanksi yang harus diterima. Siswa harus patuh dan taat terhadap peraturan yang dibuat oleh sekolah dan tidak bisa melawan selain mematuhi peraturan tersebut. peraturan demokratis yaitu peraturan yang terdapat penjelasan, diskusi dan penalaran, dan membantu anak memahami mengapa harus mematuhi peraturan yang sudah dibuat dan menaati peraturan-peraturan tersebut. Tekhnik peraturan demokratis ini menekankan pada aspek edukatif, dan aspek hukuman. Sanksi-sanksi atau hukuman pada peraturan demokratis ini dapat diberikan yang menolak atau melanggar tata tertib. Hukuman dimaksudkan sebagai upaya menyadarkan, mengoreksi dan mendidik para siswa agar lebih disiplin. Dengan kita melaksanakan perilaku disiplin akan membuat diri kita menjadi mandiri dan menjadi orang yang penuh dengan tanggung jawab. Peraturan permisif yaitu siswa dibiarkan bertindak menurut keinginannya, dan jika melanggar norma tidak diberi hukuman.
pertemuan 9 Quantum Learning
Quantum learning merupakan suatu pembelajaran, yang membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Kerangka pemikikiran Quantum learning seperti; sikap positif, yaitu kita harus selalu berfikir positif ketika kita sedang melakukan proses pembelajaran, kita harus yakin bahwa apa yang sedang kita pelajari, kita pasti bisa. Sebaliknya jika kita selalu berfikir negatif dan meyakini bahwa kita tidak mampu, maka tanpa sadar kita akan terus berpikir bahwa kita tidak bisa dan tidak mampu memahami apa yang sedang kita pelajari. Dengan bersikap positif itu juga akan membantu kekuatan pikiran kita, karena otak kita tidak terbatas, ketika kita sedang memasukkan ilmu-ilmu baru ke dalam otak kita. Gunakanlah otak kita sebaik mungkin. Motivasi juga merupakan salah satu kerangka pemikiran dari quantum learning, dengan motivasi yang diberikan setiap orang kepada kita, kita akan selalu terus bersemangat dalam belajar. Cara belajar yang menyenangkan, akan membantu kita dengan mudah memahami pelajaran yang sedang kita pelajari. Lingkungan belajar yang nyaman juga akan membantu kita merasa nyaman dan bersemangat belajar. Membaca cepat, dan catatan juga merupakan kerangka pemikiran quantum learning.
Pada dasarnya belajar haruslah menyenangkan, karena apabila semua aspek pendukung peserta didik telah terpenuhi dan sampai kepada titik aman dan nyaman untuk bergerak dan berubah maka segala proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pendidikan.
Jadikanlah belajar menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan, jangan jadikan kegiatan belajar menjadi kegiatan yang menyeramkan atau membosankan. Belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. Sejak kita kecil, belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan; seperti ketika kita berumur satu tahun, kita sudah mulai belajar berjalan ditemani dengan kedua orangtua, usia dua tahun kita belajar berkomunikasi dengan orang disekitar kita, ketika kita berumur lima tahun kita sudah mengetahui hampir 90% kata-kata, usia enam tahun kita belajar membaca, dan itu semua merupakan kegiatan belajar yang sangat menyenangkan. Tetapi, pada usia tujuh tahun keatas kita menganggap bahwa belajar menjadi kegiatan yang sangat menyeramkan, tidak menyenangkan ketika semasa kecil dulu. Bahkan dalam sehari, kita lebih sering menerima komentar negatif dibandingkan komentar positif. Jenis-jenis kecerdasan seperti sastra- linguistik dan logika-matematika dan masih banyak lagi jenis-jenis kecerdasan lainnya.
Otak tumbuh karena adanya stimulus. Dengan memberikan banyak stimulus untuk otak, otak akan semakin bertumbuh. Fungsi sensor motorik adalah stimulus berupa kontak dengan lingkungan, fungsi emosional-kognitif adalah stimulus berupa bermain, meniri, dongeng, dan fungsi kecerdasan lebih tinggi adalah pembelajaran.
Belajar aktif adalah belajar dari hal apa saja, dimana saja, dan dari situasi apa saja. dengan kita belajar secara aktif kita memanfaatkan apa yang kita pelajari untuk keuntungan kita sendiri. Jika kita belajar secara pasif kita tidak melihat kesempatan belajar dimanapun dan dari situasi apapun. Dengan belajar ilmu pengetahuan yang kita miliki menjadi sangat luas, dan pikiran kita juga akan terbuka, akan dunia yang sangat besar ini, dengan belajar kita akan memiliki kemampuan, baik kemampuan yang berupa intelegensi ataupun skill, dan itu akan menjadi kekuatan pribadi kita,
Setelah kita belajar dengan keras atau pun ketika kita sudah berhasil mengerjakan tugas yang membutuhkan pikiran dan usaha yang keras, tidak ada salahnya jika kita merayakan keberhasilan dari selesainya tugas kita. Dengan kita mengapresiasi diri kira dengan perayaan tersebut, akan memberikan kepercayaan diri, kesempurnaan, keberhasilan, dan motivasi untuk langkah kita berikutnya.
Lingkungan belajar yang nyaman akan memberikan kita kesempurnaan dalam belajar, maka dari itulah kita harus menata lingkungan dan suasana belajar kita senyaman mungkin dari perabotan yang kita gunakan, pencahayaan; lampu jangan terlalu terang dan gelap, tidak ada salahnya kita belajar dengan diiringi musik classic, karena dengan musik akan membuat perasaan kita tenang dan nyaman belajar. Dengan musik denyut nadi dan tekanan darah akan turun, dan otot-otot pun menjadi rileks. alat bantu visual, penempatan, temperatur ruangan yang diatur senyaman mungkin, dan suasana hati kita. Cara belajar kita adalah gabungan dari cara menyerap informasi, cara mengatur informasi, dan cara mengolah informasi. Modalitas belajar seperti dengan cara visual (melihat), dengan cara auditorial (mendengarkan), dan dengan cara kinestetik (gerakan). Tidak ada salahnya juga kita membuat peta pikiran, karena dengan menggunakan peta pikiran manfaat yang kita dapatkan sangat banyak seperti dengan peta pikiran belajar menjadi lebih fleksibel, memusatkan perhatian, meningkatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, dan lebih menyenangkan.
Rabu, 09 Desember 2009
Strategi belajar
Sebelum membahas tentang strategi belajar lebih jauh, perlu diketahui mengenai fungsi belajar. Belajar terjadi akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Pembelajaran mempunyai arti lain, yaitu proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Belajar merupakan proses pembelajaran yang tiada hentinya dan berkesinambungan. Seluruh kehidupan manusia adalah proses belajar. Belajar menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat. Dengan belajar, kita dapat mengetahui informasi-informasi yang kita tidak tahu sebelumnya. Ilmu pelajaran atau pun ilmu apapun yang kita pelajari, nantinya akan bermanfaat di kehidupan kita nantinya. Semua agama, mewajibkan umatnya untuk belajar. Seperti halnya di agama islam, allah SWT akan meninggikan derajat umatnya yang memiliki ilmu yang banyak dan bermanfaat. Seluruh kehidupan manusia adalah proses belajar. Semua yang berhubungan dengan kehidupan manusia adalah proses pembelajaran dari yang tidak mengetahui apa-apa menjadi tahu tentang sesuatu hal, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Dengan belajar, dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik. Dengan belajar dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Pembelajaran adalah interaksi antara peserta didik dengan para dosen ataupun guru maupun dengan lingkungan sekitarnya. Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Lingkungan belajar disini bukan berarti lembaga pendidikan seperti sekolah ataupun universitas, maupun tempat-tempat bimbingan belajar, tetapi lingkungan belajar disini yaitu lingkungan dimana kita bisa belajar dan mempelajari suatu hal yang dapat menambah pengetahuan kita. Seperti contohnya dirumah, di rumah kita diajarkan oleh orang tua kita, bagaimana caranya menghargai dan menghormati orang lain yang tidak diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. Contoh lingkungan belajar lainnya lagi adalah di masjid, kita bisa belajar agama lebih dalam dan mengaji, yang tidak diajarkan terlalu dalam di sekolah-sekolah pada umumnya. Pembelajaran juga merupakan kegiatan profesional untuk memberikan kemungkinan dan/ atau kemudahan orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah, dan terkendali. Pembelajaran merupakan intervensi dengan tujuan terjadinya belajar. Maksudnya adalah upaya kita melakukan sesuatu pendidikan bukan sekedar hasil yang didapatkan tetapi nilainya juga kita dapatkan.
Pendekatan pembelajaran merupakan perubahan paradigma yang mengacu pada pengajaran pembelajaran yang tadinya teacher centered menjadi student centered. Perubahan landasan yang tadinya behavioristik menjadi konstruktivistik. Behavioristik merupakan pembelajaran yang harus diterima saja, contohnya seperti peraturan-peraturan sekolah, peraturan-peraturan guru. Konstruktivistik disini maksudnya adalah mencoba menyatukan berbagai informasi menjadi satu informasi yang utuh. Ketahui apa yang kita tidak tahu, peroleh apa yang kita perlukan dan kemudian semua dibangun menjadi satu informasi yang utuh.
Perbedaan antara behavioristik dengan konstruktivistik
Behavioristik:
Penambahan pengetahuan
Pengetahuan bersifat objektif dan pasti
Pengetahuan terstruktur dengan rapi dan seragam
Konstruktivistik:
Pemaknaan atas pengetahuan
Pengetahuan non objektiv dan senantiasa berubah
Pengetahuan terstruktur secara rumit dan beragam
Proses pembelajaran disusun secara sistemik dan sistematik. Proses pembelajaran juga harus mengoptimalkan interaksi yang optimal antara tenaga pendidik, mahasiswa, sumber belajar, dan lingkungan belajar. Suasana belajar juga harus menyenangkan, sehingga peserta didik selalu bersemangat dalam proses pembelajaran untuk memperoleh ilmu-ilmu baru yang disampaikan oleh guru ataupun dosen. Suasana belajar juga haruslah menantang, menantang disini adalah dimaksudkan agar para peserta didik mengeluarkan semua kemampuan-kemampuan yang mereka miliki dan dalam rangka mengeksplor kemampuan dari dalam diri peserta didik. Suasana belajar juga haruslah mendorong semangat dan kegiatan, seperti aktivitas-aktivitas belajar yang menyenangkan. Seorang guru sebagai teladan para siswa-siswa, haruslah memberikan keteladanan yang baik untuk para siswa-siswanya. Membnagun kemandirian para siswa, agar tidak selalu bergantung dengan guru.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema tertentu, dan tema ditinjau dari beberapa mata pelajaran. Pembelajaran tematik juga harus menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan dinamika dalam pembelajaran, menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum, menyediakan pembelajaran yang integratif, membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide menjadi suatu pemahaman yang utuh.
Pembelajaran kreatif adalah pembelajaran yang mengorganisasikan antara isi dan kegiatan belajar sehingga terjadi belajar yang aktif dan menarik. Belajar aktif meliputi diantaranya adalah discovery learning, contextual learning, independent learning, cooperative learning, dan concept mapping learning.
Manajemen kelas
Manajemen kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar (penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran atau hukuman, pemberian tugas yang diberikan oleh guru yang harus diseleseikan oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas yang mendukung proses terjadinya belajar mengajar.
Masalah-masalah individual seperti perilaku mencari perhatian yang dilakukan oleh peserta didik kepada guru untuk menunjukkan bahwa dia lebih memahami pelajaran yang diberikan oleh guru dibandingkan dengan teman-teman yang lainnya. Contohnya seperti mencoba memberikan pendapat dari apa yang sudah dijelaskan sebelumnya dari guru, dan mencoba mengajak guru berdebat tentang pendapatnya yang terkadang bertentangan dengan guru. Perilaku menunjukkan kekuatan. Perilaku menunjukkan balas dendam, seperti contohnya kesalahan seorang guru terkadang para siswa memojokkan guru atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh guru. Peragaan ketidak mampuan, seperti jika guru memberikan tugas kepada siswa, para siswa terkadang suka mengeluh tidak bisa mengerjakan tugas-tugas tersebut dengan berbagai macam alasan.
Masalah-masalah kelompok seperti kelas kurang kohesif (menyatu), karena alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya. penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya. Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang anggotanya. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, seperti halnya jika ada guru baru, siswa belum terbiasa dengan cara pengajaran guru baru tersebut sehingga terkadang menimbulkan masalah yang menyebabkan terjadinya penghambatan proses belajar mengajar di kelas. Semangat kerja rendah, semacam memprotes guru, karena tugas yang diberikan terlalu berat, ataupun tugas-tugas yang diberikan oleh guru materinya belum semuanya dijelaskan oleh guru tersebut, sehingga para siswa tidak memiliki semangat untuk mengerjakan tugas tersebut dan motivasi yang diberikan guru juga kurang.
Pendekatan manajemen kelas diantaranya adalah pendekatan otoriter, siswa perlu diawasi dan diatur. Pendekatan intimidasi yaitu mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara mengintimidasi. Pendekatan permisif yaitu memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa. Pendekatan resep makanan yaitu mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, melakukan apa yang boleh dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan. Pendekatan pengajaran yaitu guru menyusun rencana pengajaran dengan tetap untuk menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan. Pendekatan modifikasi perilaku yaitu mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa. Pendekatan iklim sosio-emosional yaitu menjalin hubungan yang positif oleh guru dan siswa. Pendekatan sistem proses kelompok/dinamika kelompok yaitu meningkatkan, dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.
Setting kelas yang baik akan mendukung proses suasana belajar yang baik pula, jika setting kelas tidak baik, itu akan mempengaruhi proses belajar mengajar di kelas yang berdampak pada siswa-siswa yang akan tidak tertarik dengan pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh guru, maka dari itu setting kelas juga harus diperhatikan dengan baik pula. Berbagai macam setting kelas seperti u-shape, o-shape, v-shape, theater, acak.
Moving class merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan siswa yang mendatangi pendamping di kelas (guru). Moving class mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Pada saat subjek mata pelajaran berganti maka siswa akan meninggalkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran. Rombongan belajar yang akan belajar suatu mata pelajaran harus mendatangi ruang/laboratorium mata pelajaran tersebut. Guru mata pelajaran tetap berada di ruang/laboratorium.
Tujuan dari moving class ini adalah memfasilitasi siswa yang memiliki beraneka macam gaya belajar baik visual, auditori, dan khususnya kinestetik untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki dirinya masing-masing. Moving class juga menyediakan sumber belajar, alat peraga, dan sarana belajar yang sesuai dengan karakter mata pelajaran. Moving class dapat merangsang seluruh aspek perkembangan dan kecerdasan siswa (multiple intelegent). Dengan diadakannya moving class juga dapat melatih kemandirian, kerjasama, dan kepedulian sosial antara siswa, karena dalam moving class mereka akan bertemu dengan siswa lain. Moving class juga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran, meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, meningkatkan disiplin siswa, dan meningkatkan efektivitas dan efisien waktu.
Seleksi, penempatan, orientasi
Seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak, dan memadukan kebutuhan pelamar dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Tantangan-tantangan dalam proses seleksi seperti supply, ethis, dan organisasional. Tantangan supply terkait dengan ketersediaan calon yang tersedia. Hal positifnya adalah makin banyak pelamar memungkinkan, dan dapat memilih yang terbaik dari yang terbaik. Negatifnya adalah biaya yang dikeluarkan cukup banyak, sumber daya untuk melakukan proses seleksi juga harus banyak, waktu yang dibutuhkan juga cukup lama, dan pekerjaan administratif jadi semakin banyak. Tantangan ethis seperti kesetaraan gender, family system (kkn), sogokan (surat sakti), transparansi, formalitas(pembuktian dugaan (hipotesis)). Tantangan organisasional seperti visi dan misi organisasi, keterbatasan sarana, pembiayaan, alokasi, sumber daya manusia, dan materi layanan.
Langkah-langkah proses seleksi :
1. Tes-tes. Alat bantu untuk memadukan kriteria yang diterima dengan kondisi calon siswa/pelamar. Alat tes harus memenuhi standar yaitu valid dan reliabel. Tidak semua indikator yang ditetapkan bisa diukur melalui tes. Materi-materi tes seperti psiko tes, pengetahuan, dan performance. Setiap tes-tes yang dilakukan harus memperhatikan aspek kelayakan.
2. Wawancara seleksi. Wawancara adalah percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi hal-hal yang dapat diterima (acceptability) calon. Tipe wawancara ada 2 yaitu wawancara secara individual, dan wawancara secara kelompok. Jenis pertanyaan yang ditanyakan pada saat wawancara tidak terstruktur, terstruktur, campuran, problem solving, stress interview. Pewawancara harus secara aktif mendengarkan apa yang ditanyakan oleh pewawancara, sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan secara tepat, ramah, dan menunjukkan perhatian kepada orang lain. pewawancara juga harus memberikan terminasi kepada yang diwawancarai yaitu beri kode jika waktu habis. Evaluasi hasil wawancara dan harus ada acuannya. Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam wawancara seperti hallo effect yaitu menggunakan data terbatas, berprasangka tentang hal-hal lain. Leading question yaitu mengarah pada jawaban yang diinginkan pewawancara. Personal biases. Dominasi pewawancara, pewawancara yang selalu berbicara kepada yang diwawancara sehingga yang diwawancara tidak memiliki sedikit kesempatan untuk berbicara.
3. Pemeriksaan referensi. Personal references yaitu informasi karakter calon dari orang-orang yang mengenal secara dekat. Lebih menekankan aspek positif dari para calon. Muatannya yaitu kemampuan akademik, kemampuan finansial, kemampuan menjalani proses pendidikan. performance reference yaitu referensi yang menggambarkan kemampuan atau prestasi calon.
4. Evaluasi medis. Menunjukkan kesehatan calon. Yang melaksanakan adalah lembaga pendidikan yang melakukan seleksi tersebut. Lembaga pendidikan secara mandiri atau menyerahkan kepada lembaga kesehatan. Arahnya adalah mengurangi alokasi anggaran untuk kesehatan dan asumsi, dan agar calon lancar mengikuti proses pendidikan tanpa halangi kelas.
5. Keputusan penerimaan. Dapat dilihat melalui media, seperti papan pengumuman, surat, jaringan internet, telepon. Yang diumumkan yang lulus, termasuk para cadangan, dan yang tidak diterima juga diumumkan.
Setelah selesei menyeleksi para calon pelamar, barulah menempatkan calon yang lulus seleksi pada kelas yang sesuai dengan kemampuan atau kondisi lain peserta didik. Dasar penempatan didasarkan pada hasil seleksi, homogen atau heterogen, jadwal belajar, dan gender. Orientasi yaitu memperkenalkan siswa baru terkait hak yang dimiliki para siswa, dan kewajiban-kewajiban apa saja yang harus dilakukan oleh para siswa, memperkenalkan organisasi-organisasi sekolah, dan kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan oleh lembaga tersebut, dan memperkenalkan dengan siswa lain. Muatan materi orientasi seperti masalah-masalah organisasional, perkenalan dengan siswa-siswa lain maupun keadaan sekolah, memberitahu hak dan kewajiban para siswa, memperkenalkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki lembaga tersebut, dan mekanisme, prosedur, ketentuan tentang pembelajaran, pembimbing, dan ujian. Bentuk orientasi ada 2, yaitu secara formal dan informal (buddy system) yaitu siswa baru diajak berkeliling melihat fasilitas dan menemui pihak-pihak terkait. Manfaat orientasi sangat banyak seperti dengan orientasi kita dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru maupun teman-teman baru, mengoptimalisasikan kemampuan, dan menumbuhkan kohesivitas.
Rekrutmen Peserta Didik
Sebelum membicarakan tentang rekrutmen peserta didik, kita harus mengetahui fungsi lembaga pendidikan terlebih dahulu. Ada 6 fungsi lembaga pendidikan, seperti fungsi teknis/ekonomis yaitu lembaga pendidikan berfungsi untuk memperbaiki ekonomi individu, keluarga, masyarakat. Ekonomi disini maksudnya adalah financial dengan tingkat strata. Lembaga pendidikan berfungsi untuk meningkatkan perekonomian keluarga ke arah yang lebih baik. Lembaga pendidikan berfungsi politik, yaitu kepentingan negara, maksudnya adalah setiap warga negara mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara, berpartisipasi dalam setiap pemilu. Lembaga pendidikan berfungsi dalam hal kultur (budaya), yaitu menjaga nilai-nilai baik di masyarakat dan mengembangkan nilai-nilai yang lebih baik untuk membentuk peradaban. Peradaban disini maksudnya adalah tingkat kemajuan budaya suatu bangsa dalam jangka tertentu. Kita harus memelihara atau mempertahankan (status) budaya serta kita harus terus mengembangkan suatu budaya. Budaya lama yang baik dapat menimbulkan efisiensi, yang out of date atau kurang baik dan harus diperbaiki. Fungsi lembaga pendidikan tentu saja untuk mendidik, yaitu proses transformasi iptek dan budaya, mengembangkan iptek, untuk melayani masyarakat. Transformasi berarti dimanapun kita bisa hidup dengan ilmu yang kita miliki. Fungsi lembaga pendidikan yang terakhir yaitu fungsi spiritual, memahami hakikat kemanusiaan dan kesempurnaan sang pencipta. Dengan ilmu yang kita miliki kita tidak boleh tinggi hati karena ilmu pendidikan yang kita miliki, justru dengan ilmu pendidikan yang kita miliki, kita harus tetap rendah hati, semakin maju, dan tetap merunduk.
Rekrutmen adalah proses pencarian dan pemikiran calon peserta didik yang mampu untuk mendaftar sebagai calon peserta didik di suatu lembaga tertentu. Tahap rekrutmen adalah para calon dicari sampai dengan penyerahan form atau aplikasi pendaftaran. Pelaksanaan rekrutmen dilakukan sendiri oleh sekolah, secara kolektif. Pelaksanaan rekrutmen, seperti penentuan tujuan lembaga pendidikan. Penentuan kriteria peserta didik yang akan diterima, membuat estimasi jumlah rombongan belajar secara keseluruhan, penentuan jumlah peserta didik, dan penentuan jumlah peserta didik yang akan diterima, dengan memperhatikan kriteria (gender, prestasi, dll).
Sumber rekrutmen seperti walk-ins; internet; advertising yang terdiri dari want ad (mengarahkan informasi secara lengkap termasuk biaya yang harus dikeluarkan), dan blind ad (memberikan informasi yang terbatas); lembaga pendidikan yang setingkat dibawah atau bukan; organisasi atau komunitas; open hause.
Untuk mengetahui efektivitas kegiatan rekrutmen, kita harus mengadakan evaluasi rekrutmen. Evaluasi rekrutmen seperti mengevaluasi jumlah pendaftar, apakah jumlah pendaftar meningkat atau menurun. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses rekrutmen ini, pelaksanaan dalam rekrutmen, apakah berjalan lancar atau tidak, pemanfaatan saluran rekrutmen, jumlah calon pendaftar yang diterima dalam rekrutmen tersebut, dan jumlah yang diusulkan untuk diterima.
Aplication form terdiri dari data pribadi, yaitu keterangan pribadi dari para calon seperti alamat rumah, nomor telepon, dan lain-lain. data keluarga, seperti nama orangtua, pekerjaan orangtua, dan lain-lain. prestasi dari para calon pendaftar, prestasi yang dimiliki para calon (prestasi akademik maupun prestasi non akademik). Riwayat kesehatan calon pendaftar, apakah calon tersebut memiliki penyakit khusus atau tidak, hal ini dibutuhkan untuk, jika sewaktu-waktu calon pendaftar ini sakit, pihak sekolah tahu harus memberi obat apa untuk calon pendaftar tersebut. Status sosial ekonomi, seperti penghasilan yang dimiliki orangtua, serta kepemilikan rumah dari calon pendaftar tersebut,
Kendala dalam rekrutmen diantaranya adalah kebijakan organisasional seperti kenaikan kelas, kelulusan, mutasi; biaya pendidikan yang semakin melambung tinggi; penerimaan siswa likal atau luar kota; kondisi lingkungan eksternal, seperti kondisi ekonomi, dan persaingan; dan persyaratan peserta didik yang bisa diterima.
Minggu, 18 Oktober 2009
Pertemuan 4: Perencanaan Peserta Didik
PERTEMUAN 4
Pada pertemuan ini Pak Amril membahas tentang mengapa harus ada perencanaan dalam merencanakan peserta didik. Pengertian dari perencanaan peserta didik itu adalah ada beberapa aspek, seperti; waktu yang akan datang, pengambilan keputusan yaitu memilih alternatif terbaik dalam pengambilan keputusan yang akan diambil dan memilih beberapa alternatif, sistematis yaitu menggunakan langkah-langkah dan prinsip-prinsip tertentu dan bersifat ilmiah, dan harus mencapai tujuan dari perencanaan yang telah dibuat.
Perencanaan adalah penentuan urutan tindakan, perkiraan biaya, serta penggunaan waktu untuk mengelola peserta didik yang didasarkan atas data dengan memperhatikan prioritas yang wajar, dan bersifat efisien untuk tercapainya tujuan pendidikan. harus adanya perencanaan adalah untuk menentukan arah dan tujuan yang akan dicapai, apa yang akan dikerjakan dalam perencanaan yang telah dibuat, kapan rencana tersebut dikerjakan, bagaimana cara mengerjakan perencanaan tersebut, dan siapa saja yang akan mengerjakan perencanaan tersebut. Ada dua faktor dari perencanaan peserta didik, yaitu; faktor eksternal, dan faktor internal resources analysis. Muatan perencanaan pendidikan juga harus diperhatikan agar tepat pada sasarannya.
Faktor eksternalnya antara lain,
- Industry dan Market, yaitu kemampuan apa yang dibutuhkan oleh pasar ?. kita harus tau apa yang dibutuhkan oleh pasar. Ini jelas adalah faktor eksternal yang penting karena untuk menghasilkan perencanaan peserta didik yang baik, kita harus mengetahui kemampuan apa yang dibutuhkan oleh pasar.
- Competitor, competitor adalah sebuah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup. Setiap makhluk hidup termasuk manusiaakan terus bersaing agar tetap eksis. Persaingan inilah yang akan menghasilkan juara dan pecundang. Persaingan akan melahirkan manusia-manusia berkualitas. Sehingga dalam pembuatan perencanaan kita pasti juga membutuhkan competitor untuk membandingkan perencanaan kita dengan perencanaan lain sehingga bisa tercipta perencanaan peserta didik yang lebih baik.
- Political dan regulatory, ini adalah salah satu faktor eksternal dalam perencanaan peserta didik. Faktor politik sangat mempengaruhi, dan regulatory atau peraturan berpengaruh untuk membuat perencanaan yang sesuai aturan.
- Social, dimensi sosial harus sangat diperhatikan pada perncanaan peserta didik. Karena faktor sosial juga amat penting.
- Human Resources. Tanpa sumber daya manusia, perencanaan peserta didik tidak akan berjalan dengan semestinya, sehingga agar terciptanya perencanaan yang baik kita harus mempunyai sumber daya manusia yang baik dan berkualitas.
- Macro economic. Adalah variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Pada perencanaan peserta didik, yang paling diperhatikan adalah pendapatan nasional.
- Technological , tidak bisa dipungkiri lagi. Teknologi merupakan faktor eksternal yang paling berpengaruh. Karena, teknologi di dunia ini semakin lama semakin berkembang, perkembangan teknologi inilah yang dapat mempengaruhi manajemen peserta didik.
Faktor Internal Resources Analysis, antara lain.:
- Financial, financial atau keuangan merupakan faktor yang sangat penting. Tanpa uang perencanaan ini tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jika ingin menghasilkan perencanaan yang lebih baik, kita harus mempunyai kondisi finansial yang baik pula.
- Human Resources Assesment. Seperti pada faktor eksternal, pada faktor internal juga membutuhkan sumber daya manusia yang baik.
- Marketing Audit, berfungsi untuk melihat atau mengecek semua biaya-biaya yang dikeluarkan pada perencanaan tersebut.
- Operation Analysis. Disini adalah proses pembelajaran dianalisis.
- Internal Resources lainnya. Antara lain: MIS atau Management Information System dan R&D atau Research And development.
Materi perencanaan peserta didik seperti : rekrutmen, seleksi, penempatan, orientasi, pengembangan, bimbingan konseling, mutasi, fasilitas pelayanan, pemberhentian atau redundansi.
Pertemuan 3: Psikologi Perkembangan
Pada pertemuan kali ini Pak Amril menjelaskan tentang psikologi perkembangan. Pengertian pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis. Perkembangan adalah perubahan yang bersifat kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam masa pertumbahan dan perkembangan memiliki berbagai kebutuhan primer dan sekunder.
Kebutuhan primer adalah, kebutuhanyang memang benar-benar sangat dibutuhkan dan harus dipenuhi. Seperti, makanan, tempat tinggal, pakaian.kita biasa menyebutnya sandang, pangan dan papan.
Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer dipenuhi, dan ini tidak wajib, seperti, rumah yang bagus, mobil, motor, dan peralatan lainnya.
Kebutuhan dan keinginan memiliki perbedaan.
Kebutuhan adalah fungsi dasar atas sesuatu yang secara esensial diperlukan: makan untuk memenuhi nutrisi, tempat tinggal untuk istirahat, transportasi untuk bekerja, pendidikan untuk masa depan anak dan lain-lain.
Sedangkan keinginan adalah semua fungsi tambahan yang jika tidak ada sebenarnya tidak mengganggu hidup Anda akan tetapi Anda mengharapkan untuk bisa mendapatkan fungsi tambahan tersebut. Makanan yang mahal, rumah yang besar dan mewah, mobil baru dan mengkilat, dan seterusnya. Keinginan seringkali merupakan perwujudan untuk menegaskan status sosial seseorang sekaligus membuktikan kepada orang lain bahwa dia mampu memilikinya.
Aliran-aliran psikoper seperti aliran asosiasi : John Locke berpendapat bahwa manusia dilahirkan seperti kertas putih yang kemudian diisi dengan pengalaman. Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan panca indera, yang menimbulkan “sensations”. Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin.
Aliran Gestalt melihat bentuk secara keseluruhan. Perkembangan itu adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi ini yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder.
Aliran sosiologis adalah perkembangan adalah proses sosialisasi anak manusia mula-mula bersifat a-sosial (pra-sosial), dan sedikit demi sedikit disosialisasikan.
Disini kita juga membahas perkembangan intelektual remaja, ada dua tahap perkembangan intelektual remaja :
- Deduktif Hipotesis, cirinya adalah;
- Mengawali pemikiran bersifat teoritis
- Menganalisis masalah
- Mengajukan cara menyelesaikan masalah
- Mengajukan pendapat/prediksi/proporsi
- Mencari hubungan antara proporsi
- Berpikir operasional dan kombinasoris
Remaja melakukan pengujian hipotesis dan berpikir ilmiah dalam memandang masalah.
Implikasi pada pendidikan yaitu memberi kesempatan untuk diskusi kepada para peserta didik, memberikan tugas penulisan makalah, jangan batasi pengetahuan mereka dan kecakapan untuk memanfaatkan yang diketahui, diskusi dapat juga membantu meningkatkan pemahaman, guru juga perlu menjelaskan konsep yang abstrak secara simpatik, dan guru juga perlu memberikan tugas yang menantang, jika guru ingin memberikan tugas yang baru kepada para siswa guru harus tau, dan harus memprediksi bahwa murid tersebut bisa mengerjakan tugas tersebut.
Pertemuan 2: Konsep Dasar Manajemen Peserta Didik
Pada pertemuan kedua ini dijelaskan tentang arti manajemen yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Efektif berarti mengarah kepada tujuan yang akan dicapai sedangkan efisien berarti mengarah kepada metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur (formal, informal, dan non formal), jenjang (SD, SMP), jenis (umum, vokasi, kejuaraan).
Pada pertemuan ini juga Pak Amril menceritakan tentang suku kajang, suku yang masih mengasingkan diri dari dunia luar dan disana terdapat anak-anak yang sangat memiliki banyak potensi yang dimiliki, dan Pak Amril beserta temannya sedang memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri anak itu. Fungsi dari Manajemen Peserta Didik terdapat dua, yaitu fungsi manajerial : POAC(Planning, Organization, Actuating, Controling) dan fungsi operasional : rekrutmen, seleksi, penempatan, orientasi, pengembangan, Bimbingan dan konseling, layanan tambahan, pemberhentian, sistem informasi kesiswaan.
Fungsi Manajerial :
- Perencanaan terdiri dari; pemilihan dan penempatan tujuan, analisis kohort : menjelaskan akibat yang terjadi terhadap populasi kohort setelah diamati dan diikuti selama jangka waktu tertentu, dan penentuan : strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, standar yang dibutuhkan.
- Pengorganisasian dibuat untuk : menentukan sumber daya dan kegiatan untuk mencapai tujuan, merancang dan mengembangkan organisasi atau tim kerja, memberikan penugasan atau tanggung jawab tertentu, memberi kewenangan.
- Pengarahan yaitu mengarahkan orang agar mau bekerja, mengkomunikasikan setiap masalah yang dialami atau kegiatan yang sedang dikerjakan, memberikan motivasi, dan dan disiplin disetiap kegiatan yang sedang dikerjakan.
- Pengawasan berarti maksudnya disini adalah apakah suatu tujuan yang telah direncanakan dan dijalankan tercapai ? , kegiatan-kegiatan yang tidak dibutuhkan lagi sebaiknya jangan terjadi lagi, penetapan standar, penentuan ukuran kinerja, pengukuran hasil pelaksanaan : dibandingkan dengan standar, dan pengambilan tindakan koreksi : bila ada penyimpangan.
Fungsi Operasional :
- Rekrutmen disini maksudnya adalah bagaimana membuat calon siswa terpikat masuk ke dalam suatu lembaga kursus atau sekolah dengan cara misalnya sekolah tersebut memiliki fasilitas-fasilitas yang bagus dan lain-lain, mengadakan juga evaluasi jumlah pendaftar , jumlah yang diterima, dan jumlah siswa yang masuk.
- Seleksi yaitu langkah-langkahnya seperti administratif, tes-tes (psiko, TPA, performance), wawancara, evaluasi medis, keputusan hasil seleksi.
- Penempatan yaitu sekolah melakukan penempatan kelas, atau penempatan jurusan.misalnya si A ditempatkan di kelas 1A dan pada jurusan IPS. Selain itu adanya manajemen kelas, maksudnya , kelas mempunyai manajemen sendiri, misalnya: apakah kelas itu Moving class,atau staying class serta posisinya.
- Orientasi, tujuannya untuk mengenalkan siswa terhadap lingkungan sekolahnya dengan memberikan materi-materi tentang sejarah sekolah, hak dan kewajiban, fasilitas, personalia, tata krama. Yang biasanya diadakan sebelum kegiatan belajar mengajar.
- Pengembangan, biasanya terdiri dari
- Kurikuler
- Co kurikuler
- Ekstra kurikuler
- Organisasi
- Bimbingan dan konseling
- Memberikan pengarahan tentang penyelesaian studi dan pengembangan karir
- Memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi dan kekuatan yang dimiliki seoptimal mungkin
- Mengarahkan agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja
- mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, serta lingkungan kerja.
- Fasilitas dan layanan, diberikan kepada peserta didik agar dapat memudahkan mereka, fasilitas dan layanan yang diberikan antara lain :
- Beasiswa
- Kantin
- UKS, klinik dan dokter kecil
- Sarana olahraga dan seni
- Serta sarana ibadah
- Pemberhentian
- Drop Out(DO), pemberhentian secara tidak hormat karna melakukan pelanggaran berat
- Mutasi atau dipindahkan
- Serta Kelulusan
Pertemuan 1: Paradigma Baru Manajemen Pendidikan
Pada pertemuan pertama Pak Amril memulai kuliahnya dengan memberitahu peraturan-peraturan yang harus dijalani dan dipatuhi oleh para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Manajemen Peserta Didik. Dari peraturan tidak boleh terlambat memasuki kelas, peraturan tugas-tugas dan Pak Amril juga mewajibkan kami para mahasiswa yang mengikuti mata kuliahnya untuk membuat facebook, facebook kami digunakan untuk bergabung di group facebook yang telah di beri tahu dan ditentukan Pak Amril dan juga kami harus membuat blog individu untuk memposting tugas-tugas serta artikel-artikel yang sesuai dengan mata kuliah ini.
Pak Amril juga memberi tahu setiap tugas yang diketik itu harus teliti disetiap pengetikannya, tidak boleh ada yang salah pengetikannya, karena jika salah ketik saja nilai kami akan di kurangi. Pada pertemuan pertama pada kuliah ini juga dijelaskan beberapa tuntutan kompetensi sumber daya manusia seperti; pengetahuan atau wawasan global, keterampilan global, sikap atau prilaku. Dijelaskan juga beberapa prinsip hidup seperti; be your self : kita harus menjadi diri sendiri dan tidak mengikuti apapun yang dilakukan teman-teman kita,kita harus percaya pada diri kita sendiri, percaya pada apa yang kita lakukan dan tidak mengikuti orang lain, jika kita tidak menghargai diri kita sendiri bagaimana orang lain menghargai diri kita. if you not for your self, who will be for you, do your best : maksimalkanlah semua kemampuan yang kita miliki didalam diri kita sendiri dalam berbagai hal yang sedang kita kerjakan, but be prepared for the worst : persiapkan segala sesuatu atau segala kemungkinan untuk hal yang buruk.
Selain itu Pak Amril juga menjelaskan bahwa kunci kesuksesan dalam hidup tidak dapat dilihat hanya dari bentuk nilai raport atau ijazah, tetapi juga dari hasil karya atau prestasi yang kita peroleh. Banyak orang yang selalu membanggakan hasil-hasil nilai mereka, tetapi mereka tidak bisa menghasilkan sesuatu yang berguna untuk orang-orang sekitar kita. Karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi orang lain.
Sedangkan untuk materi pada pertemuan pertama ini adalah tentang Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Secara garis besar, Paradigma itu sendiri adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir bersikap dan bertingkah laku. Jadi disini kita dapat mengetahui cara pandang seseorang tentang manajemen pendidikan.
Ada beberapa ciri-ciri paradigma baru pada manajemen pendidikan. Diantaranya adalah,
1. Kompetitif, yaitu adanya persaingan dalam pendidikan, dimana para peserta didik bersaing secara sportif untuk menjadi yang terbaik, sehingga terjadi peningkatan pada mutu pendidikan kita
2. Transparan , dalam pendidikan perlu adanya keterbukaan dan kejujuran.tidak ada yang ditutupi dalam pengaturan manajemen pendidikan. Sehingga tercipta manajemen yang bersih dan terbuka.
3. Spesialis, dalam pelaksanaannya, manajemen pendidikan harus dilakukan oleh orang yang ahli dalam bidangnya. Dengan kata lain, kita membutuhkan orang yg mempunyai spesialisasi dalam masing-masing bidangnya.
4. Profesional, melakukan semua pekerjaannya secara profesional, dengan sepenuh hati, tidak setengah-setengah. Sehingga hasil kerja yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan.
5. Dinamis , yaitu, peserta mampu melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga mudah dalam melakukan setiap pekerjaan.
6. Adaptif , maksudnya adalah, mampu beradaptasi dengan trend-trend yang ada saat ini. Mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan.
Setelah membahas ciri-ciri paradigma baru manajemen pendidikan, maka penjelasan selanjutnya adalah tentang Tuntutan-Tuntutan Terhadap Kompetensi Sumber Daya Manusia. Tuntutan tersebut diantaranya :
1. Pengetahuan atau Wawasan Global
- Konseptual yang integratif dan aplikatif
- Orientasi Pada Solusi,Inovasi & Kreatifitas
- Nilai-nilai Universal (Lintas Budaya)
2. Keterampilan global
- Komunikasi multi budaya, yaitu menguasai beberapa bahasa internasianal seperti bahasa inggris atau bahasa mandarin.
- Pemanfaatan tekhnologi informasi, yaitu dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagaimana mestinya, serta tidak menyalahgunakan teknologi informasi tersebut
- Pengembangan Intelectual+ Emotional+ Adversity Skill, mampu menyeimbangkan ketiga kecerdasan tersebut agar tercipta SDM yang berkualitas
3. Sikap atau perilaku
- Dinamis &Flexible
- Inisiatif & Proaktif
- Inovatif & Kreatif
- Mandiri
Inilah materi yang diberikan oleh Pak Amril selama kuliah pertemuan pertama ini.
